Sabtu, 02 November 2024

Posted by Wulan Daniah on November 02, 2024 with No comments


Quarter Life Crisis


        Hai kembali lagi dengan aku Wulan, hari ini aku pengen buat blog tema yang paling dikhawatirkan untuk usia dewasa awal ini. Yaps,,, kalian semua sudah tahu apa yang akan aku bahas yaitu quarter life crisis. Nah, kali ini aku mau bahas tentang kehidupan aku yang berhubungan banget dengan QLC ini. pasti kalian tahu kan apa tuh QLC yah nah dimana kita sedang berada di fase krisis yang dialami oleh seseorang pada usia 18–25 tahun, yang ditandai dengan ketidakpastian dan kekhawatiranFase ini merupakan peralihan dari masa remaja ke dewasa, dan seringkali menimbulkan berbagai masalah emosional. Dan bersyukur aku bisa melewatinya dengan di hari minggu tepat 03 November aku telah melewati masa QLC aku sangat berterima kasih dengan diri aku karena sudah sejauh ini melangkah dengan sendiri dan dengan kemandirian aku. 

       Meski menjadi sesuatu yang umum terjadi, jika dibiarkan saja quarter-life crisis ini ternyata bisa berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan mental kita loh. Jadi, penting untuk mengetahui bagaimana cara bijak menghadapinya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan saat menghadapi krisis seperempat abad:  

1. Kenali diri sendiri 

kita harus mengenal dan berdamai dengan diri sendiri. Contohnya, coba mulai dengan apa yang ingin kita lakukan ke depan, kelebihan, serta kekurangan kita.

2. Jangan terbiasa memendam masalah

Jika kita memiliki keraguan atau masalah, cobalah untuk membagikannya dengan orang lain. Jangan memendam emosi karena ini justru berdampak buruk bagi kita. 
Pada akhirnya, sebagai makhluk sosial, kita sesekali akan membutuhkan pertolongan orang lain untuk mencari solusi dari suatu masalah. 
3. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Satu hal yang erat kaitannya dengan quarter-life crisis adalah senang membandingkan diri sendiri dengan orang lain, padahal ini tidak akan ada habisnya.

Fokus terhadap diri sendiri untuk berkembang merupakan langkah yang baik untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Ini juga merupakan bentuk dari mencintai diri sendiri.

4. Membuat rencana hidup

Tidak perlu terlalu jauh, cukup rencanakan apa yang ingin kita capai lima tahun ke depan. Selain itu, pikirkan dengan matang bagaimana Anda meraih mimpi tersebut. 

Perencanaan ini juga bisa berupa perencanaan finansial supaya kita memiliki tabungan untuk masa depan yang lebih baik. 

5. Mencari hobi baru 

Jika kita merasa tidak produktif dan hanya jalan di tempat, cobalah untuk mencari kegiatan baru atau hobi untuk mengurangi stres.

Hobi baru tidak hanya membantu mengatasi krisis ini, tapi juga dapat membuat kita merasa jauh lebih baik. 

6. Percaya pada diri sendiri

Kita harus menjemput impian kita, sebab menunggu tidak akan membuat segalanya berjalan dengan baik. Cari tahu caranya dan percayalah pada diri sendiri ketika mulai menjalani kegiatan itu. 

Thank you
Sekian, semoga bermanfaat😍😍

Rabu, 03 Maret 2021

Posted by Wulan Daniah on Maret 03, 2021 with No comments

 

[OPINI]

Ketidakberdayaan Dan Resiko Perilaku Bunuh Diri Pada Anak Dan Remaja

(Helplessness And The Risk Of Suicidal Behavior In Children And Adolescents)


Belakangan ini, kata perilaku bunuh diri sudah tidak asing di telinga kita banyak dikabarkan kasus-kasus perilaku bunuh diri ini yang melibatkan anak dan remaja tentunya. Sungguh sangat miris ketika kita melihat perilaku anak dan remaja sangat buruk hingga detik ini, sebab anak dan remaja adalah generasi penurus bangsa yang seharusnya memiliki cita-cita. Tetapi inilah faktanya bahwa anak dan remaja pada zaman Generasi-Z sekarang ini mengambil keputusan (decision making) dengan cara instan, tanpa berpikir panjang apa sebenarnya resiko bunuh diri tersebut.

Sebenarnya, banyak faktor perilaku bunuh diri pada anak dan remaja yaitu adanya kejadian yang menimbulkan stres, masalah hubungan anak dan orangtua, perceraian orangtua, riwayat keluarga, penyakit kronis, sosial media dan putus cinta. Selanjutnya kebanyakan anak dan remaja sulit untuk mengambil keputusan dengan bijak pada dirinya ini merupakan salah satu gangguan secara psikologis yang memiliki mental yang sangat minim pada diri anak dan remaja.

Well, Perilaku bunuh diri merupakan spektrum yang luas. Bunuh diri merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama di banyak negara terutama pada kelompok anak-anak dan remaja. Pada tahun 2012, WHO mengungkapkan bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor dua terbanyak pada kelompok usia 15-29 tahun (WHO, 2016). Dan menurut WHO juga, batasan usia anak adalah sejak anak di dalam kandungan sampai usia 19 tahun. Remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial. WHO mengatakan remaja adalah bila anak telah mencapai umur 10-19 tahun.

Who? Siapa yang bisa mengatasi kejadian atau peristiwa perilaku bunuh diri tersebut? yang paling penting ditekankan ialah sudah sepantasnya remaja sudah menghargai dan mencintai citra diri mereka atau harga diri mereka (self esteem) sehingga mereka lebih mensyukuri dan memahami diri mereka sendiri. Lalu sebenarnya sangat penting pencegahan terkait tentang ketidakberdayaan perilaku bunuh diri. Bunuh diri ini sangat penting dan direkomendasikan untuk strategi pengembangan dan penerapan penurunan angka bunuh diri salah satunya pihak-pihak yang berwajib harus membuat kebijakan atau suatu program edukasi terkait tentang perilaku bunuh diri agar dapat meminimalisir perilaku bunuh diri. Dan pada  orang tua sudah saatnya bertindak dan memberikan parenting  ke mereka agar dapat lebih memahami diri dan mencintai hidupnya.

Maka diri itu, sebenarnya penting sekali bagi anak dan remaja untuk bisa menghargai realita di dunia nyata dengan mensyukuri hidup dan tidak mengambil keputusan dengan cara instan. Syukuri hidup, jangan takut depresi, hidup cuman sekali, dan katakan tidak pada bunuh diri (self injury).



Kamis, 10 September 2020

Posted by Wulan Daniah on September 10, 2020 with No comments
Pentingnya Kelola Stres di Masa Pandemi COVID-19
Kondisi pada masa pandemi COVID-19 ini menyebabkan sebagian orang merasa khawatir, tertekan atau takut yang berlebihan dan berpikir yang tidak masuk akal. Covid-19 ini merupakan penyakit virus corona yang ditemukan pada tahun 2019 dan dilaporkan ke WHO. Covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Merebaknya wabah ini pun meningkatkan jumlah kasus positif terjangkit Covid-19. Akibatnya, di seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami dampak krisis kesehatan dan ekonomi. Sehingga keadaan demikian membuat seseorang mengalami kesulitan tidur, sakit kepala atau sering pusing, dan gangguan fisik lainnya. Maka, inilah yang disebut dengan kondisi stres. Pada masa pandemic covid kondisi stress dapat diklasifikasikan menjadi 3 ruang lingkup: stress akademik yang biasa dialami oleh siswa/mahasiswa, stress kerja, dan stress dalam keluarga. Ruang lingkup yang terakhir sangat potensial dialami oleh ibu rumah tangga, karena kebijakan WFH (Work From Home) yang membuat ibu rumah tangga mendadak harus mendampingi putra putrinya belajar di rumah dengan segala persoalannya. Maka dari itu sebelum mengetahui bagamaina cara mengelola stres, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu sebenarnya tentang stres, dan apa saja tanda-tanda stres yang sering muncul kepada kita. Berikut penjelasannya di bawah ini. 

  Apa itu Stres dalam Kajian Teoritis? 

Istilah stres berasal dari bahasa Inggris Stress. Menurut Kamus Oxford stress diartikan dengan pressure or worry caused by the problems in somebody’s life, yaitu tekanan atau kekhawatiran yang disebabkan oleh masalah dalam hidup seseorang. (https://www.oxfordlearnersdictionaries.com). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia stress diartikan dengan gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan. (KBBI https://kbbi.web.id/stres) 
         Menurut WHO Sehat mental diartikan sebagai kondisi individu yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, mampu menghadapi tekanan sehari-hari, dan mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya (WHO, 2015). 
        Dan para ahli juga mendefinisikan stress dengan redaksi yang berbeda-beda. Robbins (2001) menyatakan bahwa stres merupakan suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai sesuatu kesempatan di mana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Weinberg dan Gould (2003) mendefinisikan stres sebagai “a substantial imbalance between demand (physical and psychological) and response capability, under condition where failure to meet that demand has importance concequences”. Artinya, ada ketidakseimbangan antara tuntutan (fisik dan psikis) dan kemampuan memenuhinya. Gagal dalam memenuhi kebutuhan tersebut akan berdampak krusial. 
      Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa stres adalah suatu kondisi individu yang berada dalam keadaan sejahtera yang mampu menghadapi suatu tekanan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya.

Apa Saja Ruang Lingkup Stress di Masa Pandemi Covid-19?

1. Stress Akademik 
Stress akademik merupakan suatu keadaan atau kondisi berupa gangguan fisik, mental atau emosional yang disebabkan ketidaksesuian antara tuntutan lingkungan dengan sumber daya aktual yang dimiliki siswa sehingga mereka semakin terbebani dengan berbagai tekanan dan tuntutan di sekolah. Masalah yang dihadapi siswa/mahasiswa ada masa pandemi Covid-19 ini selain tuntutan-tuntutan yang dibebankan dengan model belajar mengajar secara daring. Proses belajar menggunakan media online lebih melelahkan dan membosankan, karena mereka tidak dapat berinteraksi langsung baik dengan guru maupun teman lainnya. Dengan demikian mengakibatkan frustrasi bagi siswa/mahasiswa, dan bila terus berlanjut dapat menimbulkan stress. 

  2. Stress Kerja 
Di masa pandemi Covid-19 ini diterapkan social distancing dan pekerja beraktivitas dari rumah (WFH). Semua kantor dan tempat usaha tutup. Pabrik-pabrik juga ikut tutup. Bagi pekerja yang dapat beraktivitas di rumah tidak menjadi masalah yang berarti. Akan tetapi bagi pekerja di bidang jasa dan produksi yang mengharuskan di lokasi tempat kerja akan menimbulkan masalah. Tidak adanya kepastian kapan masa pandemi covid ini berakhir menimbulkan ketidakpastian bagi para pengusaha dan para pekerja. Inilah yang dapat menimbulkan stress kerja di masa pandemi Covid-19.

  3. Stress dalam Keluarga 
“Ibu Rumah Tangga Berpotensi Alami Stress Saat Pandemi Covid-19”, demikian berita yang ada di sosial media. (ayosemarang.com/read/). Kondisi demikian sangat mungkin terjadi mengingat budaya patriarki yang masih dominan dalam masyarakat Indonesia. Mengurus rumah tangga adalah pekerjaan ibu rumah tangga, yang secara formal tertulis pada KTP seorang ibu rumah tangga.
       Stress dalam keluarga bisa dialami oleh anak yang bosan dengan model pembelajaran secara online, tanpa dapat bermain dan berinteraksi dengan temannya. Demikian juga dengan suami sebagai kepala keluarga yang harus bekerja dari rumah atau bahkan tidak bekerja, menganggur di rumah, berdampak pada penurunan produktivitas dan pemasukan, dapat pula memicu stress dalam keluarga.              
        Dengan demikian, stress dalam keluarga merupakan akumulasi dari stress akademik yang dialami anak, stress kerja yang dialami orang tua (ayah atau ibu), diperburuk dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis, semakin memperkuat potensi stress dalam keluarga. Stress memang tidak dapat dihindari, akan tetapi dapat diminalisir dengan bertindak positif. Oleh sebab itu dibutuhkan manajemen stress yang komprehensif dan holistik. 

Apa saja gejalanya? 
Sebelum mengelola stress perlu diketahui terlebih dahulu gejala-gejala Stress pada masa Pandemi Covid-19. Di antara tanda-tandanya antara lain:
1. Ketakutan dan kecemasan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi. 
2. Memiliki pikiran negatif terhadap orang yang memiliki tanda-tanda penderita 
3. Perubahan pola tidur dan atau pola makan 4. Sulit tidur dan konsentrasi 
5. Memperparah kondisi fisik seseorang yang memang memiliki riwayat penyakit kronis 


Bagaimana Cara Mengelola Stress di Masa Pandemi Covid-19?
Mengelola atau manajemen stres sangatlah penting di masa pandemi Covid-19. Manajemen stres dapat diartikan sebagai tindakan untuk mengendalikan, mengelola, mengatur stres. Stres sendiri dapat diartikan sebagai reaksi tubuh baik secara psikis maupun fisik karena adanya tekanan ataupun ketegangan dari luar. Disaat pandemi ini yang menjadi sumber stres (stressor) adalah berita mengenai Covid-19 dan pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah yang berdampak negatif bagi masyarakat. Stres memang tidak dapat kita hindari, melainkan bagaimana seseorang dapat meminimalisir stres tersebut sehingga masih dapat bertindak positif. Salah satu caranya supaya kita bisa mengelola stres di masa pandemi covid-19 ini kita bisa melakukan Self-Healing. 
        Self-healing dapat diartikan sebagai sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal. Luka batin tersebut bisa seperti kesedihan yang tidak berujung, merasa gagal, cemas, hingga mengantarkan pada stres. Untuk mengatasi rasa menyalahkan diri sendiri dan luka batin yang kita rasakan selama pandemi covid-19 ini, berikut ada beberapa tips yang dapat dilakukan sebagai upaya self-healing: 

  1. Mindfullness 
Mindfulness adalah suatu kondisi di mana pikiran, perasaan, dan tubuh kita berada pada saat ini, tidak mengembara kemasa lalu maupun masa depan, serta non-judgemental (Kabat-Zinn, 1990). Dan bertujuan untuk melatih kesabaran, keheningan batin, dan kesimbangan pikiran, sehingga stres dan kecemasan akan menurun. (panduan https://bit.ly/MindfulPKKM). Berikut videonya di bawah ini :

 

2. Guided Imagery 
Pejamkan mata, lalu bayangkan sesuatu yang menyenangkan, dengan berbagai modalitas seperti visual, auditori, dan kinestetik untuk membantu meningkatkan imajinasi. Meskipun kenyamanan ini bersifat jangka pendek, namun Guided Imagery bisa menjadi pertolongan pertama psikologis dalam menanggulangi kecemasan berlebih. 

  3. Self-Talk 
Bicaralah kepada diri sendiri dengan kalimat positif. Perlu diketahui bahwa emosi cenderung dipengaruhi oleh pikiran kita, yang mana pikiran kita sangat tergantung dari bagaimana kita menafsirkan suatu peristiwa. Penting untuk kita memperbaiki kembali apa yang menjadi isi pikiran, karena pikiran yang positif akan meningkatkan kualitas emosi dan perasaan. 

 4. Expressive Writing 
 Refleksikan pikiran dan perasaan yang kita alami selama masa pandemi ke dalam bentuk tulisan. 

     Semoga tips dari self-healing ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk di terapkan dimasa pandemi covid-19 dan kita tetap selalu menjaga kesehatan dan kebersihan pada diri kita sendiri.  Maka dari itu dapat di tarik kesimpulan bahwa stress yang ada harus dikelola dengan baik, agar tidak menjadi distress, akan tetapi bisa menjadi eustress. Sebagian stress yang muncul diakibatkan dengan adanya berita atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, malah membuat kegelisahan dan ketakutan pada masyarakat. Dan oleh sebab itu kita perlu memilih dan memilah informasi dengan cermat dan baik. 😍😍

Sumber Referensi : 
http://awalbros.com/kejiwaan/manajemen-stres-di-masa-pandemi-covid-19/ https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200330110138-284-488185/pentingnya-kelola-stres-saat-hadapi-wabah-corona https://psikologi.unair.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/01-Tetap-Sehat-Mental-selama-Masa-Pandemi-COVID-19.pdf 
Muslim, M. (2020). Manajemen Stres Pada Masa Pandemi Covid-19. ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis,23.
Livana PH, M. F. (2020). Tugas Pembelajaran” Penyebab Stres Mahasiswa Selama Pandemi COVID-  19.Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 203-208.

Senin, 17 Desember 2018

Posted by Wulan Daniah on Desember 17, 2018 with 28 comments
                                                      MOTIVASI DIRI
                                             
Mengapa Motivasi Itu Penting ?




Pentingnya motivasi diri bisa dipahami dengan sangat sederhana. Bukankah untuk sukses kita harus cepat bertindak ? ya tentu saja. Tindakan akan ada jika kita memiliki alasan, pendorong, atau penarik yang cukup indah. Inilah yang disebut motivasi. Intinya, dengan motivasi diri yang cukup kita akan terus bertindak.

Pengertian Motivasi 
                             Gambar terkait                                                                                            
Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.
Secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “motivation”, yang artinya “daya batin” atau “dorongan”. Sehingga pengertian motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu.
Motivasi bisa datang dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain. Dengan adanya motivasi maka seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan antusias.

Jenis-jenis Motivasi 
Nah guys, motivasi digolongkan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :
1. Motivasi Internal
Motivasi internal adalah motivasi yang tumbuh dari dalam diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh orang lain untuk melakukan sesuatu mencapai tujuannya.
2. Motivasi Eksternal 
Motivasi eksternal adalah motivasi yang datang dari luar diri seseorang dengan harapan dapat mencapai sesuatu tujuan yang dapat menguntungkan dirinya.

Faktor Motivasi
Menurut Herzberg mengembangkan teori hierarki kebutuhan Maslow menjadi 2 faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan sebagai berikut:
1. Faktor Pemuas (Motivation factor)
Faktor ini disebut dengan satisfier atau intrinsic motivation yang berarti bersumber dari dalam diri seseorang. Faktor ini juga sebagai pendorong seseorang untuk berprestasi yang bersumber dari dalam diri seseorang tersebut (kondisi intrinsik) antara lain seperti :
       1. Prestasi yang diraih (achievament)
       2. Tanggung jawab (responsibility)
       3.  Kepuasan kerja itu sendiri (the work it self)
2. Faktor Pemelihara (Maintenance factor)
Faktor ini disebut dengan hygene faktor merupakan faktor-faktor yang sifatnya eksintrik yang berarti bersumber dari luar diri seseorang.
Misalnya dari organisasi, tetapi turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan kekaryaannya, faktor yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan untuk memelihara keberadaan karyawan sebagai manusia, pemeliharaan ketentraman dan kesehatan. Dan juga faktor ini disebut dissatisfier (sumber ketidakpuasan) yang dikualifikasikan kedalam faktor ekstrinsik yang meliputi sebagai berikut :
        1.  Keamanan dan keselamatan kerja
        2.  Kondisi kerja

Proses Motivasi

Proses terjadinya motivasi menurut Zainun (2007:19) adalah disebabkan adanya kebutuhan yang mendasar. Dan untuk memenuhi kebutuhan timbullah dorongan untuk berperilaku. Bilamana seseorang sedang mengalami motivasi atau sedang memperoleh dorongan, maka orang itu sedang mengalami hal yang tidak seimbang.
Setiap manusia dengan berbagai kebutuhan tidak akan pernah puas dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu proses motivasi akan terus berlangsung selama manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pada dasarnya proses terjadinya motivasi menunjukkan adanya dinamika yang terjadi disebabkan adanya kebutuhan yang mendasar dan untuk memenuhinya terjadi dorongan untuk berprilaku. Ranupandojo dan Husnan (2006 : 198) mengatakan dalam proses motivasi terdapat empat komponen terjadinya motivasi yang terlihat dalam gambar berikut ini :
Proses  Motivasi menurut Ranupandojo dan Husnan (2006-198)

Motivasi diri itu perlu dijaga                 
Adalah salah jika kita menganggap kalau motivasi itu permanen. Motivasi adalah kondisi pikiran. Iman saja bisa turun (futur) apalagi dengan motivasi. Artinya, perlu upaya untuk terus menjaga motivasi agar tidak turun kedalam kondisi yang sudah tidak tertolong lagi, yaitu penyakit malas kronis.

Apakah motivasi diri kita sudah cukup ?
                               Gambar terkait
Jika kita sudah bertindak, apakah kita sudah cukup memiliki motivasi diri ? ya, tentu saja kita sudah memiliki motivasi diri yang cukup dan baik. Buktinya kita sudah mau bertindak. Tindakan adalah indikator adanya motivasi dalam diri kita. 
Jadi, motivasi itu sangat penting bagi diri kita baik dalam mengerjakan sesuatu ataupun mencapai sesuatu. Motivasi itu sangat membantu untuk meraih prestasi baik dalam bidang akademik, maupun non akademik. Tidak ada salahnya kita menerapkan motivasi dalam diri kita sepanjang masa. Ingatlah sobat jika kita ingin sukses terapkan motivasi dalam diri kita. Dan jadilah orang yang berguna bagi nusa dan bangsa .
Untuk itu simak dan tonton video motivasi berikut ini 

Semoga dari video ini dapat menambah motivasi dalam diri kita ya sobat. Sekian dan terima kasih semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi wawasan bagi kita semua.😊

Daftar Pustaka

https://www.motivasi-islami.com/motivasi-diri/
Satria, Ase. 2016. Teori konsep moitivasi(pengertian, jenis, faktor, dan proses menurut para ahli). Materi belajar.
www.materibelajar.id/2016/04/teori-konsep-motivasi-pengertian-jenis.html?m=1#



Sabtu, 15 Desember 2018

Posted by Wulan Daniah on Desember 15, 2018 with 25 comments
Assalamualaikum sobat nama saya Wulan Daniah nim(18-168) disini saya akan mempersembahkan sebuah puisi dan lagu untuk mama tercinta. Semoga bermanfaat dan menjadi renungan buat kita semua.

        RINDU IBU 

 karya : Wulan Daniah
 
Ibu...
Dalam senyummu kau sembunyikan letihmu
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan tanpamu
Setiap detik kuingin selalu menatap wajah indahmu
Ku rindu akan bicara dari bibirmu
Kau selalu menemaniku dikala sedih dan bahagia
Kau selalu mengertikanku disetiap omonganku
Kasih sayangku takkan pernah sirna sepanjang masa
Ku ingin selalu berada disampingmu

Ibu...
Engkau permata hatiku
Ku rindu ingin bertemu denganmu
Ku terus berharap agar bisa segera menemuimu
Aku ingin duduk dipangkuanmu
Aku ingin dengar cerita-cerita baik darimu
Disetiap renunganku 
Ku selalu terbayang denganmu
Kau tak pernah lelah menjagaku
Walaupun ku selalu berkata kasar denganmu
Tetapi kau tetap tersenyum dan sayang kepada anakmu
Hatimu sangat tulus ibu
I love you mah...

Ibu...
Engkau sangat berarti bagiku
Ku sangat rindu ingin rasanya pulang hanya memelukmu
Ku tak tahu bagaimana melampiaskan rasa rindu ini kepadamu
Hanya do'a yang bisa ku sampaikan untuk melepas rasa rinduku
Kasih sayangmu begitu kuat kepadaku
Hingga ku sulit jauh darimu ibu

Ibu...
Walaupun hari ini bukan hari ibu
Ku tetap selalu memberikan yang terbaik untukmu 
Setiap malam ku menangis hanya memikirkanmu 
Disini tak ada yang mengertikanku selain dirimu
Apa kabarmu ibu ?
Ku harap kau tetap baik disana
Agar ku bahagia melihatmu nantinya

Ibu...
Seonggok cacian selalu menghampirimu
Ku selalu berpikir
Mengapa kau begitu sabar dan kuat menaklukkan dunia ini ?
Hingga kau lupa merawat dirimu demi buah hatimu
Kau lah langkah untuk masa depanku 
Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku
Tapi keinginan hatimu membahagiakanku 
Aku selalu rindu ibu dimanapun kau berada
I miss you mah
Tunggu kehadiranku...
Sekian dan terima kasih semoga dari puisi dan lagu ini dapat menjadi motivasi buat kita semua ingatlah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah menjaga kita demi buah hatinya. Tidak ada yang mampu membalas jasanya.💓💓💓💓💓
I LOVE YOU MAH😍😍...........                      

Jumat, 14 Desember 2018

Posted by Wulan Daniah on Desember 14, 2018 with 18 comments
Posted by Wulan Daniah on Desember 14, 2018 with 23 comments
Aassalamualaikum sobat berjumpa lagi dengan saya wulan daniah, kali ini saya akan memposting power point yang berjudul kepribadian manusia semoga postingan ini dapat menambah wawasan, dan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

music new

bintang

Popular Posts

Recent Posts

Pages

Text Widget

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Oh

Widget Animasi

Mengenai Saya

Foto saya
Nama saya Wulan Daniah dilahirkan di Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Kini pendidikan yang saya tempuh adalah jurusan Psikologi Universitas Sumatera Utara.

Blogger templates

Halaman

Blogroll

Quarter Life Crisis          Hai kembali lagi dengan aku Wulan, hari ini aku pengen buat blog tema yang paling dikhawatirkan untuk usia dewa...

Popular Posts

Copyright © Wulan Daniah | Powered By Blogger | Published By Gooyaabi Templates
Design by Carolina Nymark | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com