MOTIVASI DIRI
Mengapa Motivasi Itu Penting ?
Semoga dari video ini dapat menambah motivasi dalam diri kita ya sobat. Sekian dan terima kasih semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi wawasan bagi kita semua.😊
Daftar Pustaka
https://www.motivasi-islami.com/motivasi-diri/
Satria, Ase. 2016. Teori konsep moitivasi(pengertian, jenis, faktor, dan proses menurut para ahli). Materi belajar.
www.materibelajar.id/2016/04/teori-konsep-motivasi-pengertian-jenis.html?m=1#
Mengapa Motivasi Itu Penting ?
Pentingnya motivasi diri bisa dipahami dengan sangat sederhana. Bukankah untuk sukses kita harus cepat bertindak ? ya tentu saja. Tindakan akan ada jika kita memiliki alasan, pendorong, atau penarik yang cukup indah. Inilah yang disebut motivasi. Intinya, dengan motivasi diri yang cukup kita akan terus bertindak.
Pengertian Motivasi
Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang
menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai
tujuan tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua
hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang
untuk mengerjakan sesuatu.
Secara
etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “motivation”,
yang artinya “daya batin” atau “dorongan”. Sehingga pengertian motivasi
adalah segala sesuatu yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk
bertindak melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu.
Motivasi
bisa datang dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain. Dengan
adanya motivasi maka seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan
antusias.
Jenis-jenis Motivasi
Nah guys, motivasi digolongkan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :
1. Motivasi Internal
Motivasi internal adalah motivasi yang tumbuh dari dalam diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh orang lain untuk melakukan sesuatu mencapai tujuannya.
2. Motivasi Eksternal
Motivasi eksternal adalah motivasi yang datang dari luar diri seseorang dengan harapan dapat mencapai sesuatu tujuan yang dapat menguntungkan dirinya.
Faktor Motivasi
Menurut Herzberg mengembangkan teori hierarki kebutuhan Maslow menjadi 2 faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan sebagai berikut:
1. Faktor Pemuas (Motivation factor)
Faktor ini disebut dengan satisfier atau intrinsic motivation yang berarti bersumber dari dalam diri seseorang. Faktor ini juga sebagai pendorong seseorang untuk berprestasi yang bersumber dari dalam diri seseorang tersebut (kondisi intrinsik) antara lain seperti :
1. Prestasi yang diraih (achievament)
2. Tanggung jawab (responsibility)
3. Kepuasan kerja itu sendiri (the work it self)
2. Faktor Pemelihara (Maintenance factor)
Faktor ini disebut dengan hygene faktor merupakan faktor-faktor yang sifatnya eksintrik yang berarti bersumber dari luar diri seseorang.
Misalnya dari organisasi, tetapi turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan kekaryaannya, faktor yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan untuk memelihara keberadaan karyawan sebagai manusia, pemeliharaan ketentraman dan kesehatan. Dan juga faktor ini disebut dissatisfier (sumber ketidakpuasan) yang dikualifikasikan kedalam faktor ekstrinsik yang meliputi sebagai berikut :
1. Keamanan dan keselamatan kerja
2. Kondisi kerja
Proses Motivasi
Proses Motivasi
Proses terjadinya motivasi menurut Zainun (2007:19) adalah disebabkan adanya kebutuhan yang mendasar. Dan untuk memenuhi kebutuhan timbullah dorongan untuk berperilaku. Bilamana seseorang sedang mengalami motivasi atau sedang memperoleh dorongan, maka orang itu sedang mengalami hal yang tidak seimbang.
Setiap manusia dengan berbagai kebutuhan tidak akan pernah puas dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu proses motivasi akan terus berlangsung selama manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pada dasarnya proses terjadinya motivasi menunjukkan adanya dinamika yang terjadi disebabkan adanya kebutuhan yang mendasar dan untuk memenuhinya terjadi dorongan untuk berprilaku. Ranupandojo dan Husnan (2006 : 198) mengatakan dalam proses motivasi terdapat empat komponen terjadinya motivasi yang terlihat dalam gambar berikut ini :
![]() |
| Proses Motivasi menurut Ranupandojo dan Husnan (2006-198) |
Motivasi diri itu perlu dijaga
Adalah salah jika kita menganggap kalau motivasi itu permanen. Motivasi adalah kondisi pikiran. Iman saja bisa turun (futur) apalagi dengan motivasi. Artinya, perlu upaya untuk terus menjaga motivasi agar tidak turun kedalam kondisi yang sudah tidak tertolong lagi, yaitu penyakit malas kronis.
Apakah motivasi diri kita sudah cukup ?


Jika kita sudah bertindak, apakah kita sudah cukup memiliki motivasi diri ? ya, tentu saja kita sudah memiliki motivasi diri yang cukup dan baik. Buktinya kita sudah mau bertindak. Tindakan adalah indikator adanya motivasi dalam diri kita.
Jadi, motivasi itu sangat penting bagi diri kita baik dalam mengerjakan sesuatu ataupun mencapai sesuatu. Motivasi itu sangat membantu untuk meraih prestasi baik dalam bidang akademik, maupun non akademik. Tidak ada salahnya kita menerapkan motivasi dalam diri kita sepanjang masa. Ingatlah sobat jika kita ingin sukses terapkan motivasi dalam diri kita. Dan jadilah orang yang berguna bagi nusa dan bangsa .
Untuk itu simak dan tonton video motivasi berikut ini
Daftar Pustaka
https://www.motivasi-islami.com/motivasi-diri/
Satria, Ase. 2016. Teori konsep moitivasi(pengertian, jenis, faktor, dan proses menurut para ahli). Materi belajar.
www.materibelajar.id/2016/04/teori-konsep-motivasi-pengertian-jenis.html?m=1#


