Rabu, 03 Maret 2021

Posted by Wulan Daniah on Maret 03, 2021 with No comments

 

[OPINI]

Ketidakberdayaan Dan Resiko Perilaku Bunuh Diri Pada Anak Dan Remaja

(Helplessness And The Risk Of Suicidal Behavior In Children And Adolescents)


Belakangan ini, kata perilaku bunuh diri sudah tidak asing di telinga kita banyak dikabarkan kasus-kasus perilaku bunuh diri ini yang melibatkan anak dan remaja tentunya. Sungguh sangat miris ketika kita melihat perilaku anak dan remaja sangat buruk hingga detik ini, sebab anak dan remaja adalah generasi penurus bangsa yang seharusnya memiliki cita-cita. Tetapi inilah faktanya bahwa anak dan remaja pada zaman Generasi-Z sekarang ini mengambil keputusan (decision making) dengan cara instan, tanpa berpikir panjang apa sebenarnya resiko bunuh diri tersebut.

Sebenarnya, banyak faktor perilaku bunuh diri pada anak dan remaja yaitu adanya kejadian yang menimbulkan stres, masalah hubungan anak dan orangtua, perceraian orangtua, riwayat keluarga, penyakit kronis, sosial media dan putus cinta. Selanjutnya kebanyakan anak dan remaja sulit untuk mengambil keputusan dengan bijak pada dirinya ini merupakan salah satu gangguan secara psikologis yang memiliki mental yang sangat minim pada diri anak dan remaja.

Well, Perilaku bunuh diri merupakan spektrum yang luas. Bunuh diri merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama di banyak negara terutama pada kelompok anak-anak dan remaja. Pada tahun 2012, WHO mengungkapkan bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor dua terbanyak pada kelompok usia 15-29 tahun (WHO, 2016). Dan menurut WHO juga, batasan usia anak adalah sejak anak di dalam kandungan sampai usia 19 tahun. Remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial. WHO mengatakan remaja adalah bila anak telah mencapai umur 10-19 tahun.

Who? Siapa yang bisa mengatasi kejadian atau peristiwa perilaku bunuh diri tersebut? yang paling penting ditekankan ialah sudah sepantasnya remaja sudah menghargai dan mencintai citra diri mereka atau harga diri mereka (self esteem) sehingga mereka lebih mensyukuri dan memahami diri mereka sendiri. Lalu sebenarnya sangat penting pencegahan terkait tentang ketidakberdayaan perilaku bunuh diri. Bunuh diri ini sangat penting dan direkomendasikan untuk strategi pengembangan dan penerapan penurunan angka bunuh diri salah satunya pihak-pihak yang berwajib harus membuat kebijakan atau suatu program edukasi terkait tentang perilaku bunuh diri agar dapat meminimalisir perilaku bunuh diri. Dan pada  orang tua sudah saatnya bertindak dan memberikan parenting  ke mereka agar dapat lebih memahami diri dan mencintai hidupnya.

Maka diri itu, sebenarnya penting sekali bagi anak dan remaja untuk bisa menghargai realita di dunia nyata dengan mensyukuri hidup dan tidak mengambil keputusan dengan cara instan. Syukuri hidup, jangan takut depresi, hidup cuman sekali, dan katakan tidak pada bunuh diri (self injury).



0 komentar:

Posting Komentar

music new

bintang

Popular Posts

Recent Posts

Pages

Text Widget

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Oh

Widget Animasi

Mengenai Saya

Foto saya
Nama saya Wulan Daniah dilahirkan di Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Kini pendidikan yang saya tempuh adalah jurusan Psikologi Universitas Sumatera Utara.

Blogger templates

Halaman

Blogroll

Quarter Life Crisis          Hai kembali lagi dengan aku Wulan, hari ini aku pengen buat blog tema yang paling dikhawatirkan untuk usia dewa...

Popular Posts

Copyright © Wulan Daniah | Powered By Blogger | Published By Gooyaabi Templates
Design by Carolina Nymark | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com